Menuju Akhir Tahun

Sumber: flickr.com (bhre.sudjiwo)

Halo, teman-teman!

Kemarin adalah tanggal 22 Desember 2024. Banyak sekali ucapan selamat hari ibu yang tersebar di berbagai sosial media. Banyak sekali foto ibu bersama anak-anaknya dibarengi kalimat terima kasih, permohonan maaf, doa, atau kalimat-kalimat panjang yang berisikan ungkapan rasa sayang. Kontak Bapak dan Ibu guru SMP-ku juga berisi video persembahan dari para siswa untuk Ibu. 

Kemarin juga, aku mengunggah ucapan selamat hari ibu seperti biasanya. Menurutku pribadi, ucapan tersebut adalah salah satu cara untuk merayakan orang-orang di sekitar kita. Ini semacam cara untuk mengungkapkan rasa banggaku pada mereka. Kali ini, aku mengunggahnya lebih malam karena baru mendapatkan foto yang kuinginkan. Aku mengucapkan selamat hari ibu pada 3 orang sekaligus, Ibu, Nenek, dan Tante (adik kandung Ibu).

Aku memang lahir dan besar di Malang, tapi aku tidak tinggal dengan kedua orang tuaku. Jadi, aku tinggal dengan nenek dan kakekku. Semua saudaraku juga tinggal di Malang, termasuk tanteku dan keluarganya. Aku cukup sering menginap di rumahnya karena ada adik sepupuku. Tentu aku pernah merasa "wah, enak ya kalau tinggal sama orang tua", terutama pada adikku sendiri (karena ia tinggal bersama ayah dan ibuku) atau adik sepupuku. Setelah hari ibu kemarin, aku merasa, justru aku yang hidupnya paling "enak" dan harusnya lebih bersyukur. 

Menurut yang aku rasakan, aku bisa bertanya atau minta bantuan pada 6 orang sekaligus, ada kakek, nenek, ayah, ibu, om, dan tante. Perkara moral, sopan santun, atau hal-hal yang berkaitan dengan agama, ada Kakek dan Nenek. Keduanya jelas cukup tegas jika bersangkutan dengan perkara-perkara semacam itu. Soal sekolah, karir, rencana liburan, atau life-skill, ada Ayah, Ibu, Om, dan Tante. Ya, karena aku tidak tinggal dengan ayah dan ibu, hal-hal semacam itu kadang bisa kutanyakan pada om atau tante. 

Bukan cuma tempat bertanya, mereka semua juga akan mengoreksi atau memberi saran. Intinya, semua hal yang kubutuhkan mampu kudapatkan lewat 6 orang tersebut. Mungkin, jika aku benar-benar tinggal bersama kedua orang tuaku, aku belum istikamah berhijab sampai sekarang (karena Ayah dan Ibu tentu memberiku kebebasan untuk memilih, termasuk soal hijab. Dan dilihat dari kapasitasku hingga saat ini, lebih besar kemungkinan untuk tidak berhijab). Atau mungkin, jika aku hanya tinggal dengan Kakek dan Nenek, dan tidak dekat dengan keluarga tanteku, aku tidak akan kenal dengan tempat atau makanan yang "aneh", "hidden gem", dan semacamnya (karena yang kutahu, kakek dan nenek sudah sering berpergian jauh selama bekerja, dan sekarang lebih suka untuk di rumah, bersih-bersih, atau bersantai). 

Banyak sekali hal yang mungkin tidak dirasakan atau dialami adik, atau adik sepupuku. Dan rasanya, aku yang hidupnya "paling enak" karena bisa mendapatkan banyak hal dari orang-orang tersebut. Di setiap momen atau keadaan, setidaknya ada 1 dari 6 orang yang "berpihak" padaku. 

Di saat yang bersamaan, aku juga punya tanggung jawab pada adik dan adik sepupuku. Karena aku telah mendapatkan banyak hal, merekapun juga harus demikian. 

It feels so wonderful to have them all. They have their special part in my life. I can't feel lonely or empty, cause whenever I'm starting to worry and thinks that no one behind me, their talk suddenly appears. There will always be their words that remind me in many conditions.

Ditulis pada tanggal 23 Desember 2024.

Here's for you all ✨

Get to know more about me here. You'll see everything I follow. See ya!